a) Cara coba-coba
salah (Trial and Error)
Cara ini dipakai
orang sebelum kebudayaan, bahkan mungkin sebelum peradaban Cara coba-coba salah
ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah dan
apabila kemungkinan dalam memecahkan masalah dan apabila kemungkinan itu tidak
berhasil maka dicoba. Kemungkinan yang lain sampai masalah tersebut dapat di
pecahkan.
b) Cara Kebetulan
Penemuan secara
kebetulan terjadi karena tidak disengaja oleh orang yang bersangkutan. Salah
satu contoh adalah penemuan enzim urease oleh Summers pada tahun 1926. Suatu
hari Summers sedang bekerja dengan ekstra acetone, dan karena terburu-buru
ingin bermain tennis, maka ekstra acetone tersebut disimpan di dalam kulkas.
Keesokan harinya ketika ingin meneruskan percobaannya, ternyata ekstra ecetone
yang di simpan dalam kulkas terssebut timbul kristal-kristal yang kemudian
disebut enzim urease.
c) Cara kekuasaan
atau otoritas
Sumber
pengetahuan cara ini dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat baik formal atau
informal, ahli agama, pemegang pemerintah dan berbagai perinsip orang lain yag
menerima atau mempunyai otoritas, tanpa menguji terlebih dahulu atau
membuktikan kebenarannya baik berdasarkan fakta empiris maupun penalaran
sendiri.
d) Berdasarkan
pengalaman pribadi
Pengalaman
pribadi dapat di gunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan dengan cara
megulang kembali pengalaman yang pernah di peroleh dalam memecahkan persoalan
yang pernah di pecahkan pada masa lalu.
e) Cara akal sehat
(Common Sense)
Akal sehat
kadang-kadang dapat menemukan teori atau kebenaran.sebelum ilmu pendidikan
berkembang, para orang tua jaman dahulu agar anaknya mau menuruti nasihat orang
tuanya, atau agar anak disiplin menggunakan cara hukuman fisik bila anaknya
berbuat salah, misalnya di jewer telinganya atau di cubit. Ternyata cara
menghukum anak ini sampai sekarang berkembang menjadi teori atau kebenaran,
bahwa hukuman merupakan metode (meskipun bukan yang paling baik) mendidik anak.
f) Melalui wahyu
Ajaran agama
merupakan kebenaran yang di wahyukan dari Tuhan melalui para Nabi. Kebenaran
ini harus di terima dan di yakini oleh pengikut-pengikut agama yang
bersangkutan, terlepas dari kebenaran tersebut rasional atau tidak. Sebab
kebenaran ini di terima oleh para Nabi adalah sebagai wahyu dan bukan karena
hasil usaha penalaran atau penyelidikan manusia.
g)
Secara intitutif
Cara ini
diperoleh manusia secara cepat sekali melalui proses di luar kesadaran manusia
dan tanpa melalui proses penalaran atau berpikir. Cara ini sukar dipercaya
karena tidak menggunakan cara-cara yang rasional dan sistematis. Cara ini
diperolaeh berdasarkan intuisi atau suara hati atau bisikan hati saja
h)
Melalui jalan
pikir
Manusia telah
mampu menggunakan penalaran dalam memperoleh pengetahuannya. Dengan kata lain,
dalam memperoleh pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya.
i)
Induksi
Induksi
adalah proses penarikan kesimpulan yang di mulai dari peryataan-pernyatan
khusus dari pernyataan umum. Hal ini berarti dalam berpikir induksi pembuatan
kesimpulan tersebut berdasarkan pengalaman empiris yang di tangkap oleh indra
proses berpikir induksi dari hasil pengamatan indra atau hal-hal yang nyata,
maka dapat dikaatakan bahwa induksi beranjak dari hal-hal yang kongkrit kepada
hal-hal yang abstrak.
j) Deduksi
Deduksi
merupakan pembuatan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan umum ke khusus. Dalam
proses berpikir deduksi berlaku bahwa sesuatu yang dianggap benar secara umum
pada kelas tertentu.